Sabtu, 14 April 2012

Sistem Ekonomi Kerakyatan


Definisi Sistem Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi kerakyatan merupakan sistem ekonomi yang didasarkan pada kekuatan ekonomi rakyatnya. Dalam ekonomi kerakyatan yang menjadi kegiatan ekonomi adalah ekonomi rakyat sendiri.
Dengan menjalankan usaha kecil dan menengah yang mencakup sektor pertanian, kerajinan dan makanan. Dimana dalam menjalankan kegiatan ini, mereka mengelola sumber ekonomi yang dimiliki secara swadaya.




Ekonomi kerakyatan tumbuh berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan rakyat untuk mengelola lingkungan dan tanah. Dalam ekonomi kerakyatan tujuan dilakukannya kegiatan ekonomi hanyalh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari -hari.

Sehingga tidak terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumebr daya alam yang tersedia. Dalam ekonomi kerakyatan tidak terjadi kesenjangan sosial seperti yang terjadi pada negara kawasan Eropa.
Karena ekonomi kerakyatan dibangun dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakatnya. Bukan untuk mencari keuntungan pribadi semata.

Hal ini sesuai dengan asas yang terapkan dalam sistem ekonomi kerakyatan yaitu asas kekeluargaan dan kedaulatan rakyat yang benar – benar memihak pada ekonomi rakyat.

Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial
  • berdaulat di bidang politik
  • mandiri di bidang ekonomi
  • berkepribadian di bidang budaya
Yang mendasari paradigma pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial
  • penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi
  • pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural
  • pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi
Sekilas tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan

Bung Hatta dalam Daulat Rakyat (1931) menulis artikel berjudul Ekonomi Rakyat dalam Bahaya, sedangkan Bung Karno 3 tahun sebelumnya (Agustus 1930) dalam pembelaan di Landraad Bandung menulis nasib ekonomi rakyat sebagai berikut:

“Ekonomi Rakyat oleh sistem monopoli disempitkan, sama sekali didesak dan dipadamkan (Soekarno, Indonesia Menggugat, 1930: 31)”

Jika kita mengacu pada Pancasila dasar negara atau pada ketentuan pasal 33 UUD 1945, maka memang ada kata kerakyatan tetapi harus tidak dijadikan sekedar kata sifat yang berarti merakyat. Kata kerakyatan sebagaimana bunyi sila ke-4 Pancasila harus ditulis lengkap yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain adalah demokrasi ala Indonesia. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi:

“Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.

Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya.
Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Memang sangat disayangkan bahwa penjelasan tentang demokrasi ekonomi ini sekarang sudah tidak ada lagi karena seluruh penjelasan UUD 1945 diputuskan MPR untuk dihilangkan dengan alasan naif, yang sulit kita terima, yaitu “di negara negara lain tidak ada UUD atau konstitusi yang memakai penjelasan.

Tujuan yang diharapkan dari penerapan Sistem Ekonomi Kerakyatan
  • Membangun Indonesia yang berdikiari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
  • Mendorong pemerataan pendapatan rakyat
  • Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional
LIMA HAL POKOK YANG HARUS SEGERA DIPERJUANGKAN AGAR SISTEM EKONOMI KERAKYATAN TIDAK HANYA MENJADI WACANA SAJA
  1. Peningkatan disiplin pengeluaran anggaran dengan tujuan utama memerangi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam segala bentuknya
  2. Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme persaingan yang berkeadilan (fair competition)
  3. Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan negara kepada pemerintah daerah
  4. Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap
  5. Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-koperasi “ sejati” dalam berbagai bidan usaha dan kegiatan. Yang perlu dicermati, peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan pada paradigma lokomatif, melainkan pada paradigma fondasi.


sumber :

Jumat, 13 April 2012

Peran Pemuda dan Mahasiswa Untuk Kemajuan Bangsa Di Era dulu dan Sekarang


Pada zaman dahulu sebelum kemerdekaan ditegakkan di negara kita, peranan para mahasiswa dan para pemuda Indonesia sangat penting untuk kemajuan bangsa. Khusunya untuk terselenggaranya kemerdekaan bangsa ini. Bahkan sampai setelah kemerdekaan negara kita dikumandangkan, para pemuda dan para mahasiswa tetap ikut serta dalam memajukan negara. Kepedulian mereka terhadap kondisi negara yang saat itu dalam masa penjajahan sangatlah tinggi demi kemajuan negara.

Seperti yang kita lihat pada zaman penjajahan. Karena pada zaman penjajahan para pemuda rela mengorbankan seluruh jiwa dan raga demi mempertahankan bangsa indonesia dari tangan penjajah.  Dengan berdirinya organisasi-organisasi pemuda seperti Boedi utomo. Trikora dharma, Jong java dsb, merupakan salah satu bukti kepedulian para pemuda demi kemajuan bangsa. Pada dasarnya organisasi pemuda bersifat lokal kemudian berdiri PPPI yang merupakal awal lahirnya sumpah pemuda dengan adanya sumpah pemuda maka seluruh pemuda yang ada di indonesia menjadi bersatu dan sulit untuk di serang oleh musuh. Dan dengan kegigihan para pemuda maka pada tanggal 17 agustus 1945 , di kumandangkannya proklamasi kemerdekaan indonesia yang di bacakan oleh soekarno dan M. Hatta. Di jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 yaitu di rumah soekarno

Walupun banyak tantangan yang harus ditempuh oleh para pemuda tetapi mereka tetap berusaha keras supaya bangsa indonesia bebas dari penjajahan dan rakyat indonesia tidak lagi menderita seperti waktu adanya penjajahan oleh bangsa lain. Setelah di proklamasikan kemerdekaan indonesia , para pemuda mulai melakukan pemberontakan di berbagai wilayah dan mengusir para penjajah dan merebut wilayah-wilayah dari tangan para penjajah, akhirnya bangsa indonesia bersih dari jajahan bangsa lain

Namun karena zaman sudah berbeda peranan seorang pemuda dan mahasiswa saat ini yaitu adalah dengan memperteguh penanaman nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Karena saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai meninggalkan dan bahkan melupakan nilai-nilai pancasila, yang notabene menjadi ideologi dan jati diri bangsa Indonesia,  seolah –olah sudah tidak lagi mewarisi semangat nasionalisme yang dimiliki pemuda pada zaman dulu. Hal ini disebabkan arus teknologi yang semakin canggih, sehingga membuat para pemuda saat ini terlena lupa akan tugas sebagai pemegang estafet pembangunan masa depan. Dan ada banyak yang menjadi pemicu lunturnya semangat kebangsaan yang merupakan warisan para pendahulu salah satunya adalah kejenuhan para pemuda dalam memandang wacana kebangsaan yang di kumandangkan elite politik di indonesia. Sebab lainnya adalah tidak adanya kepercayaan dari golongan tua kepada golongan muda untuk mengadakan transfer ilmu, pengalaman dan kewenangan.
Sealin itu peniruan  gaya hidup kebarat-baratan merupaka salah satu dampak yang kini menyerang banyak dari saudara-saudara kita yang mabuk-mabukan, terlibat di dunia malam bahkan kasus narkoba. Gaya hidup seperti inilah yang dapat merusak generasi muda. Selain itu kebanyakan dari mahasiswa lebih banyak menghabiskan waku dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya, forum-forum diskusi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak pernah dijejali oleh mahasiswa sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disukai oleh mahasiswa. Bila generasi muda menjadi rusak, bisa-bisa negara kita di jajah lagi oleh bangsa lain. Sekarang saja sudah terlihat dengan banyaknya kekeyaan bangsa indonesia yang digerogotin oleh bangsa lain di tambah hutang indonesia kepada bangsa lain semakin banyak saja.

Oleh karena itu, para generasi muda sekarang harus dapat menyikapi perkembangan yang terjadi di dunia, selalu mengambil sisi positif, dan meninggalkan sisi negatifnya. Memiliki semangat jiwa muda yang dapat membangun Negara Indonesia yang mandiri, bersatu dan damai walaupun berbeda agama, suku, dan budaya, dapat berpikir Rasional, Demokratis, dan Kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di Negara kita. Dengan cara cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa Indonesia, serta menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan persaudaraan antar agama, ras atau suku bagi semua bangsa Indonesia agar tidak terjadi perpecahan ataupun perselisihan antar bangsa Indonesia. Kecintaan bangsa kepada Negara harus semakin erat dan semakin tinggi rasa bangga yang tertanam pada jiwa-jiwa bangsa Indonesia terhadap negara sendiri. Walaupun masih ada beberapa pemuda yang tidak memiliki rasa tersebut dan cenderung tidak lebih mencintai Negaranya sendiri tapi sekarang saatnya pemuda dan mahasiswa harus memiliki jiwa bangga dan cinta menjadi warga Indonesia, yang dapat di eksplore ke Negara-negara lain. Bukan hanya dalam bentuk demo yang berujung anarkis dan perusakan infastruktur atau hal-hal yang merusak citra bangsa Indonesia. Namun dibuktikan dengan hal-hal yang positif dan nyata bahwa negara Indonesia adalah negara cinta damai, terpelajar, dan Negara maju. Karena mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa, baik sebagai pelopor, penggerak bahkan sebagai pengambil keputusan. Mahasiswa itu mempunyai pemikiran yang kritis terhadap masalah yang ada disekitar, mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat, dan bisa juga memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena jika bukan kita generasi muda yang berusaha, maka siapa lagi?

bab 4. Pendapatan Nasional, Pertumbuhan, dan Struktur Ekonomi

Prestasi ekonomi suatu bangsa atau Negara dapat dinilai dengan berbagai ukuran agregat yang biasa disebut dengan istilah Pendapatan Nasional. Meskipun bukan merupakan satu-satunya ukuran untuk menilai prestasi ekonomi suatu bangsa, ia cukup represetatif dan sangat lazim digunakan. Pendapatan nasional bukan hanya berguna untuk menilai perkembangan ekonomi suatu Negara dari waktu ke waktu, tapi juga membandingkannya dengan Negara lain.

Konsep –konsep Pendapatan Nasional Indonesia
Istilah “pendapatan nasiona l” dapat berarti sempit dan berarti luas. Dalam arti sempit pendapatan nasional adalah terjemahaan langsung dari national income. Sedangkan dalam arti luas pendapatan nasional adalah dapat merujuk ke Produk Domestik Bruto(PDB) atau Gross Domestikc Produck (GDP) atau merujuk ke Produk Nasional Neto(PNN) atau Net National Product(NNP) atau merujuk ke Pendapatan Nasional(PN) alias National Income (NI). Keempat konsep “pendapatan Nasional” ini berbeda satu sama lain.Teori makroekonomi menjelaskan dengan rinci pengertian dari masing-masing konsep itu sehingga tampak tegas perbedaannya. 
  • Metode Penghitungan Pendapatan Nasional 
Di indonesia, dapat mengenai pendapatan nasional dikumpulkan dan dihitung serta disajikan oleh Biro Pusat Statistik. Perhitungan pendapatan nasional  indonesia dimulai dengan Produk Domestik Bruto, sebagaimana di ketahui dapat dihitung atau diukur dengan tiga macam pendekatan yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, pendekatan pengeluaran. Menurut pendekatan produksi , PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksidi wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Unit-unit produk secara garis besar menjadi 11 sektor. Sedangkan menurut pendekatan pendapatan , PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksiyang turut serta dalam proses produksi dimaksud meliputi upah dan gaji, sewa tanah , bunga modal dan keuntungan. Adapun menurut pendekatan pengeluaran , PDB adalah jumlah seluruh komponen permintaan akhir , meliputi  Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari keuntungan, pembentukkan modal tetap domestik bruto dan perubahan stok, pengeluaran konsumsi pemerintah serta ekspor neto dalam jangka waktu setahun.Produk Nasional Bruto (PNB) adalah produk domestik brotu ditambah pendapatan neto atas faktor luar negeri yaitu pendapatan atas faktor produksi warga negara indonesian yang dihasilkan di luar negeri dikurang pendapatan atas atas faktor produksi warga negara asing yang dihasilkan di indonesia.
  • ·         Metode Perhitungan Pertumbuhan Riil
PDB, PNB, dan PN secara umum disebut agregat ekonomi . Maksudnya angka besar total yang menujukkan prestasi ekonomi suatu negara atau negeri. Ada riga metode untuk mengubah angka menurut harga berlaku menjad angka menurut harga konstan yaitu metode revaluasi, metode ekstrapolasi, dan metode metode deflasi. Metode revaluasi dilakukan dengan cara menilai produksi masing-masing tahun dengan menggunakkan harga tahun tertentu yang dijadikan tahu dasar. Metode ekstrapolasi dilakukan dengan cara memperbarui nilai tahun dasar sesuai dengan indeks produksi atau tingkat pertumbuhan riil dari tahun sebelumnya. Metode deplasi dilakukan dengan cara membagi nilai masing-masing tahun dengan harga relatif yang sesuai ( indeks harga x 1/100)
  • ·         Metode perhitungan nilai tambah
Nilai tambah (added value) adalah selisih antara nilai akhir (harga jual) suatu produk dengan nilai bahan bakunya. Nilai tambah yang dihitung menurut harga tahun yang berjalan disebut nilai tambah menurut harga berlaku. Untuk menghitung nilai tambah menurut harga konstan terdapat 4 macam cara yaitu:
1.      Metode deflasi ganda yaitu dilakukan jika keluaran (output) menurut harga konstan dihitung terpisah dari masukan-antara (intermediate-input) menurut harga konstan. Dalam hal ini, nilai tambah menurut harga konstan adalah selisih antara keluaran dan masukan-antara menurut harga konstan.
2.      Metode ekstrapolasi langsung yaitu dilakukan dengan menggunakan perkiraan-perkiraan dari perhitungan keluaran menurut harga konstan atau langsung menggunakan indeks produksi yang sesuai.
3.      Metode deflasi langsung yaitu dilakukan dengan menggunakan indeks harga implisit dari keluaran atau secara langsung menggunakan indeks harga produksi yang sesuai, kemudian dijadikan angka pembagi terhadap nilai tambah menurut harga yang berlaku.
4.      Metode deflasi komponen pendapatan yaitu dilakukan dengan cara mendeflasikan komponen-komponen nilai tambah atas pendapatan-pendapatan yang membentuk unsur nilai tambah tersebut, yakni pendapatan tenaga kerja, modal, dan manajemen.

Pendapatan Nasional dan Pertumbuhan Perekonomian
Bahwa pada setiap tahun PDB senantiasa lebih besar dari pada PNB. Hal ini mencerminkan nilai produk orang asing di indonesia lebih besar dari pada nilai produk orang indonesia di luar negeri. Secara spesifik jika diukur berdasarkan angka –angka PDB , pertumbuhan ekonomi indonesia sepanjang periode 25 tahun era PJPT 1 tergolong tinggi.

Pendapatan Perkapita dan kemiskinan
Pendapatn perkapita indonesia adalah yang terendah bahkan masih lebih rendah dari pada philipina yang akibat ketidakstabilan didalam negeri selama periode 1980-1993 mengalami pertumbuhan pendapatan perkapitanegatif. Pendapatan perkapita memang bukan merupakan satu-satunya tolak ukur untuk meningkatkan tingkat kemakmuran suatu bangsa atau kesejahteraan rakyat sebuah negara. Tolak ukur lain mengenai kesejahteraan penduduk sebuah negara  yang bukan diukur dari aspek pendapatan  yaitu seperti pendekatan sosial. Tolak ukur –tolak ukur yang dimaksud adalah angka harapan hidup. Tingkat kesejahteraan penduduk dapat dilihat dari alokasi pengeluaran konsumsinya.

Struktur Ekonomi Indonesia
Struktur ekonomi sebuah Negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan 4 macam sudut tinjauan yaitu:
1. Tinjauan makro-sektoral
2. Tinjauan keruangan
3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan
4. Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan
Tinjauan makro-sektoral dan tinjauan keruangan merupakan tinjauan ekonomi murni, sedangkan tinjauan penyelenggaraan kenegaraan dan tinjauan birokrasi pengambilan keputusan merupakan tinjauan politik.
Berdasarkan tinjauan makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris (agricultural), industrial (industrial), atau niaga (commercial). Berdasarkan tinjauan keruangan (spasial) suatu perekonomian dapat dinyatakan berstruktur kedesaan atau tradisional dan berstruktur kekotaan atau modern. Berdasarkan tinjauan penyelenggaraan kenegaraan menjadi perekonomian etatis, egaliter, atau borjuis. Berdasarkan tinjauan birokrasi pengambilan keputusannya yang dapat dibedakan antara struktur ekonomi yang sentralistis dan yang desentralistis.

Konsep-konsep Pendapatan Ditinjau Kembali
Sejak beberapa tahun terakhir , konsep pendapatan nasional gencar digugat. Konsep konvesional yang ada di anggap kurang memedai untuk konteks sekarang. Terutama dalam kaitan dngan isu lingkungan hidup atau paradigma pembangunan berkelanjutan. Gugatan terhadap konsep konvesional perhitungan pendapatan nasional mulai muncul dalam sebuah konferensi lain di Brusselspada awal juni 1995. Gugatan itu akhirnya membuah kesepakatan perlunnya memasukkan unsur lingkungan didalam perhitungan pendapatan nasional. Apabila pendapatan nasional yang dimaksud dihitung dengan konsep Gross Domestic Product (GDP) dan biaya lingkungan di lambangkan dengan EC, Maka secara sederhana GDP yang dimodifikasi dapat dirumuskan sebagai berikut:


Modified GDP = Conventional GDP – Environmental Cost
Alias
GDP mod  = GDP –EC


Tinjauan ulang konsepsional bukan hanya terhadap pendapatan nasional secara a gregat,Akan tetapi juga terhadap konsep pendapatan perkapita .Pendapatan perkapita dianggap kurang memadai untuk perbandingan internasional. PP mencerminkan daya beli riil pendapatan penduduk suatu negara, angkanya dapat dikonversikan serta diperbandingkan langsung secra internasional . Bank dunia menaksirkan berdasarkan angka produk nasional bruto perkapita masing-masing negara. Kemudian diindekskan terhadap dollar amerika serikat , Satuan mata uang yang resmi dan umum untuk nilai PPP ialah dollar internasional (I$) sebuah satuan hitung yang menyertakan tingkat harga negara-negara di dunia. Perbedaan hakiki antara konsep nilai PPP dengan konsep pendapatan perkapita terletak pada metode penyeragaman satuan mata uang.


bab 3. Sistem Ekonomi Indonesia



Sistem ekonomi apa dan bagaimana yang diterapkan atau berlangsung di Indonesia? Pertanyaan seperti itu yang sering banyak dipertanyakan. Disini akan mencoba menjelaskan mengenai masalh tersebut. Akan tetapi sebelum membahas masalah itu, uraian mengenai suatu sistem, kiranya dapat menjadi pengantar pemahaman yang memadai.

Pengertian Sistem
Sebuah sistem pada dasarnya adalah suatu “organisasi besar” yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk sebuah sistem dapat berupa orang-orang atau masyarakat, makhluk-makhluk hidup dan benda alam, barang atau alat, data, catatan atau kumpulan fakta, atau bahkan kombinasi dari subjek-subjek tersebut. Namun kehadiran subjek-subjek itu baru merupakan himpunan Perangkat kelembagaan meliputi lembaga atau wadah tempat subjek (objek) itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan subjek (objek), serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek) tersebut agar serasi. Sebagai suatu “organisasi’, setiap sistem tentu mempunyai tujuan tertentu. Sebuah sistem bukan sekedar himpunan suatu subjek atau himpunan suatu objek, bukan sekedar himpunan kaidah atau norma, dan bukan sekedar kumpulan lembaga/badan/organisasi. Sebuah sistem adalah jalinan semua itu, mencakup subjek (objek) dan perangkat kelembagaan yang membentuknya. Setiap sistem selalu mempunyai atau dapat dipilah menjadi beberapa subsistem, yakni sistem-sitem lebih kecil yang merupakan bagian dari dirinya. Sebaliknya, setiap sistem pada hakekatnya senantiasa merupakan bagian dari sebuah suprasistem, yakni sebuah sistem lebih besar kemana ia menginduk. Sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri, namun terkait dengan sistem-sistem lain dalam sebuah suprasistem kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan, dalam suatu tatanan kehidupan
. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek, barang-barang ekonomi sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Suatu sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri, ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sebuah sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu suprasistem kehidupan bermasyarakat. Ia merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan bermasyarakat di suatu Negara. Sebagai bagian dari suprasistem kehidupan, sistem ekonomi berkaitan erat dengan sistem-sistem sosial lain yang berlangsung di dalam masyarakat.
Sistem ekonomi suatu Negara dikatakan bersifat khas, sehingga bisa dibedakan dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di Negara lain, berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti:
1. Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
2. Keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya
3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya

Kapitalisme dan Sosialisme
Ada dua macam sistem ekonomi yang ekstrem yang pernah di terapkan, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Kedua sistem ini sangat berbeda dalam hal ketiga butir sudut tinjauan.
Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Kompetisi antarindividu dalam memenuhi kebutuhan hidup, persaingan antar badan usaha dalam mengejar keuntungan, sangat dihargai. Tidak terdapat kekangan atau batasan dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi kapitalis ialah “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya” campur tangan pemerintah atau Negara sangat minim. Pemerintah lebih berkedudukan sebagai “pengamat” dan “pelindung” perekonomian.
Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi diklaim sebagai milik Negara. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah “setiap orang menerima imbalan yang sama”. Kadar campur tangan pemerintah sangat tinggi. Justru pemerintahlah yang menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok ekonomi [what (apa yang harus diproduksi), how (bagaimana memproduksinya) dan for whom (untuk siapa diproduksi)]. Hal yang penting berkenaan dengan sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital.
Sistem ekonomi campuran padaa umumnya diterapkan oleh Negara-negara berkembang atau Negara-negra Dunia Ketiga. Beberapa di antaranya cukup konsisten meramu resep campurannya, dalam arti kadar kapitalismenya selalu lebih tinggi (contohnya Filipina), atau bobot sosialismenya senantiasa lebih besar (misalnya India). Banyak pula Negara berkembang yang goyah meramu campuran kedua sistem ini. Sistem ekonomi campuran yang diterapkannya ibarat pendulum (bandul jam dinding), kadang-kadang condong kapitalistik, sementara di lain waktu cenderung sosialistik, mengikuti rejim pemerintah yang sedang berkuasa.

Persaingan Terkendali
Indonesia mangakui pemelikan individual atas faktor – faktor produksi kecuali untuk sumber daya-sumber daya yang menguasi hajat hidup orang banyak., dikuasi oleh negara.di atur dengan tegas oleh pasal 33 UUD 1945. Jadi secara konstitusional , sistem ekonomi indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme. Kompetisi untuk memperbaiki taraf hidup , baik antarindividu maupun antarusaha, tidak dikekan , berkenaan dengan kompetisi antarindividu ,pemerintah tidak membatasi pilihan seseorang untuk memesuki bidang pendidikan atau keahlianyang diminatinya.Dalam hal penerimaan imbalan atas prestasi kerja juga tidak dikekang.

Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme terkandung dalam perorganisasian indonesia.Pertama adalah pendekatan faktual struktural yakni menelah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasi dari waktu ke waktu. Kesamaan agregat keynesian yaitu rumusnya Y=C+I+G+(X-M). Dengan formula ini berarti produk atau pendapatan nasian dirinci enurut penggunaan atau sektor pelakunya.  Pengkuran kadar keterlibatan pemerintah dengan pendekatan faktual-struktural dapat pula dilakukan dengan mengamati peranan pemerintah secara sektoral. Maksudnya keterlibatan pemerintah dalam mengatur sektor-sektor produksi dan berbagai kegiatan terutama dalam hal penentuan harga dan tata niaganya.Sistem ekonomi campuran dengan persaingan terkendali agaknya erupakan sistem ekonomi yang tetap untuk mengelola perekonomian indonesia. Walaupun demikian akhir-akhir ini persis sekitar lima tahun terhitung ketika bukti ini ditulis , kita dapat menyaksikandan merasakan betapa perekonomian indonesia bersifat liberaldan kapitalisik.

Jumat, 23 Maret 2012

Tanggapan Mengenai Kenaikan Harga BBM dan TDL


oleh restu nurul andria

Kenaikan harga BBM pada tanggal 1 April mendatang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun pemerintahpun pasti punya alasan dan pertimbangan mengenai kenaikan tersebut. Seperti pernyataan yang saya kutip dari salah satu media  "Para anggota DPR, pengamatan serta pelaku ekonomi, usaha dan perbankan, pemerhati dunia perminyakan nasional dan internasional yang berkebangsaan Indonesia dan merasa berbangsa Indonesia dalam hal ini mengetahui betul pembahasan anggaran negara detail per detail, bersikap terang dan jantan untuk memberikan penerangan kepada masyarakat tentang fakta dan data. Bahwa satu-satunya jalan menyelamatkan bangsa ini dari defisit adalah menaikan harga BBM," 

Mungkin memang satu-satunya jalan terbaik saat ini untuk mengatasi pembengkakan APBN  adalah dengan menaikkan harga bahan bakar minyak mengingat harga minyak duniapun memang naik, namun harus dilakukan sosialisasi yang baik oleh pemerintah agar tidak timbul salah pengertian di tengah masyarakat. Hal paling utama yang harus dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat luas, agar masyarakat lebih mengetahui sebab pemerintah menaikkan harga BBM guna menghindari permasalahan yang akan terjadi di kemudian hari. Dan juga mengenai janji pemerintah untuk meberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga miskin, itu harus di awasi dengan baik agar tepat sasaran dan tidak ada kecurangan. 

Lalu mengenai rencana PLN yang akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) jangan menjadikan rakyat yang sudah sengsara menjadi tambah sengsara, sebetulnya banyak yang bisa diefisiensikan oleh PLN, seperti kebijakan gaji, THR, uang cuti, bonus karyawan yang sampai berpuluh kali lipat. Apakah ini bukan menjadi beban rakyat, di satu sisi PLN berfoya-foya di sisi lain rakyat harus terbebani dengan kenaikan TDL. Harusnya PLN bisa mengevaluasi lagi, apa yang bisa di efisiensikan agar beban PLN penyelesainnya tidah hanya dengan menaikkan TDL.

Kebijakan kenaikan harga BBM dan TDL, seharusnya dapat di kaji dengan serius oleh pemerintah, setidaknya jika memang harus dinaikkan tidaklah dalam waktu yang bersamaan, agar tidak terlalu membebani masyarakat Indonesia.


Strategi Belajar di Perguruan Tinggi


Kuliah jelas memiliki perbedaan dengan ketika sekolah di jenjang sebelumnya. Jika di SMA program yang diikuti dapat dengan mudah diikuti karena sudah tampak jelas, tetapi dalam menempuh perkuliahan, mahasiswa harus mampu memiliki perencanaan yang matang. Karena proses pembelajaran di tingkat perguruan tinggi merupakan kesempatan untuk meraih prestasi yang baik guna menyiapkan masa depan yang berhasil. Proses pembelajaran yang efektif dimulai menyesuaikan minat dan bakat pribadi dengan jurusan atau program studi yang akan kita tekuni. 

Mahasiswa memiliki tanggungjawab untuk sukses secara akademik. Belajar di perguruan tinggi merupakan hal yang serius. Anda harus menfokuskan waktu dan energi pada aktivitas-aktivitas akademik bernilai tinggi agar bisa meraih prestasi terbaik sesuai dengan potensi yang Anda miliki.
Berikut ini adalah strategi untuk meraih prestasi terbaik sesuai dengan kemampuan Anda dalam proses belajar di perguruan tinggi.

1. Belajarlah Untuk Menetapkan Tujuan Yang Realistis
Tetapkan tujuan jangka pendek, menengah dan panjang yang realistik. Miliki strategi dan taktik untuk meraih tujuan-tujuan tersebut secara cepat dan tepat.

2. Jadwalkan Secara Cermat
Menyusun jadwal kegiatan merupakan satu kegiatan terpenting yang harus dilakukan mahasiswa setiap hari. Dengan membuat jadwal kegiatan, dan menfokuskan waktu, pikiran dan energi untuk melaksanakan proses pembelajaran terbaik, maka Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk proses pembelajaran dan kegiatan pribadi.

3. Gunakan Waktu Secara Efektif
Lihat proses belajar sebagai pekerjaan yang mengharuskan Anda menggunakan sejumlah waktu guna meraih tujuan. Tetapkan prioritas. Rencanakan secara cermat. Gunakan waktu secara lebih efisien.

4. Kerjakan Semua Proses Kuliah.
Menghadiri setiap kuliah dan mengerjakan semua tugas adalah cara untuk meraih prestasi akademik terbaik! Apakah itu kuliah awal di pagi hari atau kuliah malam, Anda harus menghadiri semua proses pembelajaran.

5. Kembangkan Kebiasaan Belajar yang Efektif.
Anda harus belajar dengan lebih cerdas, bukan lebih keras. Luangkan waktu tertentu untuk belajar dalam iklim yang kondusif. Pelajari ulang semua materi kuliah yang sudah Anda terima secara menyeluruh dan lebih mendalam. Bentuk kelompok belajar untuk memperluas wawasan dan untuk mengatasi masalah yang sulit untuk Anda selesaikan sendiri.

6. Jalin hubungan yang baik dengan pembimbing akademik Anda.
Pembimbing akademik memainkan peranan yang penting dan bertanggungjawab untuk membantu kelancaran proses studi Anda. Menjalin komunikasi rutin yang efektif dengan pembimbing akademik akan membantu memperlancar proses pembelajaran jangka pendek dan jangka panjang Anda.

7. Pahami Para Dosen Anda.
Jalin komunikasi yang lancar dengan para dosen Anda. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan mata kuliah yang mereka berikan. Sesuaikan cara belajar Anda dengan gaya mengajar mereka. Kunjungi selama jam kerja dan diskusikan masalah-masalah seputar mata kuliah yang mereka berikan.

8. Taati kebijakan dan peraturan di tempat Anda kuliah.
Setiap perguruan tinggi memiliki peraturan akademik yang harus diperhatikan agar proses studi mahasiswa menjadi lancar. Adalah penting untuk memahami peraturan akademik, kurikulum, mata kuliah, dan prasyarat tertentu di tiap-tiap jurusan.

9. Manfaatkan Sarana dan Prasarana Kampus
Manfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di kampus secara maksimal. Perpustakaan, asistensi, bimbingan karir, pusat bahasa dan berbagai fasilitas yang tersedia yang mampu menunjang proses pembelajaran Anda. Gunakan sarana dan prasana yang ada secara efektif dan efisien.

10. Ambil Aktivitas Non-Akademik Yang Sesuai Dengan Bakat dan Minat Anda.
Meraih prestasi akademik adalah fokus utama Anda. Tetapi perlu juga Anda mencari pengalaman dalam bidang non-akademik yang sesuai dengan bakat dan minat Anda. Belajar adalah awal dari kehidupan kerja Anda. Anda bisa bergabung dengan klub musik, klub informatika, klup sains dll.
Perencanaan yang matang dalam perkuliahan akan membantu para mahasiswa memproyeksikan masa depannya karena mahasiswa tersebut akan mampu mengorganisir segala sumber daya yang ia miliki dalam membangun kapasitas dirinya lebih baik.

Keberhasilan kuliah akan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : gaya belajar mahasiswa, interaksi dengan dosen, sesama mahasiswa, masyarakat kampus serta keaktifan dalam kegiatan kemahasiswaa. Faktor-faktor tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa dalam mengelola waktu dan sumber daya serta kemampuannya berinteraksi secara baik dengan semua pihak.